Tegalsari Jadi Bukti Hubungan Indonesia dan Al-Azhar Sejak Sebelum Kemerdekaan

  • Nov 09, 2025
  • Admin
  • Religi, Umum

Indonesia patut berbangga memiliki Tegalsari, sebuah tempat bersejarah yang menjadi saksi nyata hubungan keilmuan dan spiritual antara Nusantara dengan Mesir, khususnya Universitas Al-Azhar Kairo. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Ibrahim Al-Asymawi dari Universitas Al-Azhar dalam acara Pameran Manuskrip Tegalsari dan Ijazah Sanad Kitab Dalā’il Khoirāt & Burdah yang digelar di Ndalem Ageng Kiai Muhammad Besari Tegalsari, Ponorogo, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Prof. Dr. Muhammad Ibrahim Al-Asymawi , hubungan ilmiah antara Tegalsari dan Al-Azhar telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka. Tegalsari dikenal sebagai pusat keilmuan Islam yang melahirkan banyak ulama besar dan berperan penting dalam perkembangan intelektual Islam di Jawa. “Indonesia harus bangga, karena memiliki tempat seperti Tegalsari yang menjadi bukti nyata hubungan keilmuan dengan Al-Azhar sejak berabad-abad lalu,” tuturnya melalui penerjemahan Gus Khoirul Fata.

Lebih lanjut, Prof. Al-Asymawi mengungkapkan rasa harunya saat berkunjung ke Tegalsari. Ia merasa seolah kembali ke Mesir, karena tradisi keilmuan dan spiritual di Tegalsari tidak jauh berbeda dengan Al-Azhar. “Di Mesir, halaqah-halaqah juga diiringi dengan tahlilan, wiridan, dzikiran, dan pembacaan shalawat. Maka meskipun jauh dari Kairo, saya merasa seperti berada di rumah kedua di Tegalsari,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali peran besar Tegalsari dalam sejarah peradaban Islam Nusantara. Melalui pameran manuskrip dan kajian ilmiah, warisan intelektual Kiai Ageng Muhammad Besari serta para ulama Tegalsari diharapkan terus hidup, berkembang, dan memberi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.