Eksplorasi Bakat Siswa di Ajang Islamic Competition 2026 Ponpes Ainul Ulum Ponorogo
- Jan 16, 2026
- Admin
- Religi, Umum
Pondok Pesantren Ainul Ulum Pulung Ponorogo sukses menyelenggarakan event akbar bertajuk Islamic Competition pada Kamis, 15 Januari 2026. Acara yang melibatkan sekitar 200 delegasi dari berbagai instansi pendidikan negeri dan swasta ini digelar untuk memperingati peristiwa besar Isra Mi'raj. Sejak pagi buta, para peserta yang didampingi oleh guru dan orang tua telah memadati area pesantren, menciptakan suasana penuh semangat dan gairah kompetisi yang positif di wilayah Kecamatan Pulung.
Lomba ini menyasar dua jenjang pendidikan yang berbeda dengan kriteria perlombaan yang telah disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Tingkat TK/RA fokus pada kegiatan yang bersifat visual dan performatif seperti mewarnai gambar islami serta menyanyi solo lagu-lagu religi. Sementara itu, untuk tingkat SD/MI, perlombaan lebih menekankan pada aspek penguasaan panggung dan suara, melalui cabang lomba puisi, pidato bahasa Indonesia, serta lomba adzan yang menguji kefasihan dan kemerduan suara para peserta pria.
Upacara pembukaan yang dilaksanakan di lapangan pondok menjadi momen krusial untuk memberikan arahan kepada seluruh peserta. Kyai Subhan Fathu Alam, M.Pd.I, Ketua Yayasan Ainul Ulum, dalam sambutannya menekankan pentingnya silaturahmi antar lembaga pendidikan di Ponorogo. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan wadah untuk saling bertukar inspirasi dan mempererat ukhuwah islamiyah antar sekolah melalui kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.
Beliau juga menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk mewadahi minat anak-anak dalam bidang agama. Dengan adanya lomba pidato dan adzan, diharapkan muncul orator-orator muda dan muazin yang mampu memakmurkan masjid di lingkungan mereka masing-masing. Kreativitas yang ditunjukkan dalam lomba mewarnai dan menyanyi juga dianggap sebagai bentuk ekspresi rasa cinta terhadap ajaran Islam yang bisa disampaikan melalui media seni dan keindahan.
Untuk menjamin kelancaran acara, pihak pesantren menggunakan fasilitas gedung sekolah yang ada di bawah naungannya. Para peserta lomba mewarnai dan menyanyi diarahkan menuju Gedung SDT Ainul Ulum yang telah disulap menjadi ruang pameran karya dan panggung seni. Di lokasi lain, yakni Gedung SMPT, ruang-ruang kelas digunakan sebagai arena lomba puisi dan pidato, sementara masjid atau aula digunakan untuk lomba adzan. Penataan ini membuat alur kegiatan berjalan sangat sistematis dan profesional.