Tradisi “Tidur” Sambut Hari Raya Islam Masih Lestari di Masjid Tegalsari Ponorogo
- May 26, 2026
- Admin
- Religi, Umum, Tradisi Tegalsari, Budaya
Tradisi unik masih terus dilestarikan oleh jamaah Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Tradisi tersebut dikenal dengan istilah “tidur”, yang dilaksanakan sehari sebelum hari raya selepas salat dhuhur dengan memukul bedug masjid secara bersama-sama.
Meski disebut “tidur”, tradisi ini bukan berarti masyarakat benar-benar tidur. Tradisi tersebut merupakan kegiatan menabuh bedug sebagai penanda bahwa keesokan harinya umat Islam akan merayakan hari raya. Suara bedug yang menggema menjadi tanda bagi masyarakat sekitar sekaligus menghadirkan suasana meriah dan penuh kebersamaan di lingkungan masjid.
Ketua takmir Masjid Tegalsari, Riyono, mengatakan tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tegalsari. “Sudah sejak saya kecil, tradisi ini sudah ada, jadi penanda kalau sudah Idul Fitri,” ujar Riyono, ketua takmir Masjid Tegalsari Ponorogo.
Menurutnya, tradisi “tidur” bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya religius masyarakat Tegalsari yang masih dijaga hingga sekarang. Warga dari berbagai kalangan biasanya berkumpul di area masjid untuk ikut menabuh bedug maupun menyaksikan tradisi tersebut berlangsung.
Keberadaan tradisi ini menjadi salah satu kekayaan budaya Islam lokal di Ponorogo yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Selain menjaga warisan leluhur, tradisi “tidur” juga mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menyambut hari raya.