Malam Ganjil Masjid Tegalsari Ponorogo

  • Mar 12, 2026
  • Admin
  • Religi, Sejarah, Budaya

Malam Ganjil Masjid Tegalsari Tahun 1816

Tepat pada hari ini, 22 Ramadhan, 210 tahun yang lalu Masjid Tegalsari telah selesai dalam renovasi masjid untuk yang pertama kalinya. Proses renovasi ini ditutup dengan pemasangan “mustaka” atau bagian puncak masjid. Pemasangan ini dipimpin langsung oleh Kyai Kasan Yahya (1800–1820), sebagai pemimpin pesantren Tegalsari saat itu.

Informasi ini tercatat dalam salah satu manuskrip yang disimpan-dirawat oleh (Alm.) K.H. Syamsudin, Tegalsari, dan sudah dikatalogkan oleh British Library (EAP061/3/101). Berikut petikannya:

“[...] Bagus Kasan Yahya, Kyai Tegalsari Wétan. Kala dhatangé patedhan-dalem mustaka, dinten Sabtu Kliwon ping 22 wulan Romadhon tahun Dal, wanci bedhug sipeng sedalu anunten ènjingipun unggahaken ing masjid [...]”

Terjemahannya kurang lebih: “Bagus Kasan Yahya, Kyai Tegalsari Wetan. Pada waktu selesainya pemasangan mustaka, hari Sabtu Kliwon tanggal 22 bulan Ramadhan tahun Dal, waktu tengah hari (bedhug) di-inapkan semalam kemudian paginya dinaikkan di (atas) masjid.” (EAP061/3/101, 17v)

Sabtu Kliwon, 22 Ramadhan, pada periode kepemimpinan Kyai Kasan Yahya antara tahun 1800 sampai 1820 yang jatuh pada tahun Dal ditemukan tepat pada tahun 1231 Hijriyah atau 1816 Masehi. Sehingga diperoleh keterangan bahwa pemasangan mustaka Masjid Tegalsari terlaksana pada 22 Ramadhan 1231 H. atau 17 Agustus 1816 M.

“Malam Ganjil” akhir bulan Ramadhan di Tegalsari (terutama malam ke-23), dalam catatan sejarahnya, menjadi penanda waktu penting—selain kegiatan rutin berupa “sedekah ratib” (setiap malam Jumat) dan pemberian zakat 1/10 (sepersepuluh) dari hasil panen yang dibagikan setiap malam ke-21—berupa penyelesaian renovasi Masjid Tegalsari, khususnya pemasangan mustaka masjid.

Kauman–Tegalsari, malam ke-23 Ramadhan 1447 H.

 

Oleh: Izzuddin Rijal Fahmi