Grebeg Suro 2026 Dimulai, Buktikan Reyog Ponorogo Tak Lekang Dimakan Zaman

  • Jun 07, 2026
  • Admin
  • Umum, Budaya

GEGAP gempita Grebeg Suro 2026 mulai terasa di Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (6/6/2026) malam. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita membuka perayaan besar menyambut Tahun Baru Islam itu dari Panggung Utama Alun-Alun yang menjadi venue Festival Reog Remaja (FRR) XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. Grebeg Suro 2026 mengusung tema “Reogvolution”.

Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– menyatakan bahwa Grebeg Suro, khususnya Reog Ponorogo, bukan sekadar tradisi warisan masa lampau. Namun, juga kekuatan identitas yang terus hidup, bergerak, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.


“Grebeg Suro menjadi momentum penting untuk merawat tradisi, memperkuat nilai spiritual, sekaligus mengenalkan kebudayaan Ponorogo ke panggung yang lebih luas,” kata Bunda Lis sembari menyebut 29 rangkaian event memeriahkan Grebeg Suro tahun ini.

Menurut dia, Grebeg Suro –dengan Bedhol dan Kirab Pusaka, FRR dan FNRP, tirakatan, serta Larung Risalah Doa di Telaga Ngebel– merupakan tradisi yang sarat nilai spiritual, budaya, dan kearifan lokal. “Bukan semata pesta rakyat. Lebih dari itu, Grebeg Suro adalah warisan nenek moyang, tradisi sakral, sekaligus jembatan indah yang menyatukan nilai spiritual dan kearifan budaya,” jelasnya.


Bunda Lis juga menyampaikan bahwa pengakuan Ponorogo sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) serta penetapan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia menjadi amanah besar bagi seluruh masyarakat. “Melalui Grebeg Suro ini, kita bersama menjaga amanah ini,” terangnyan yang berharap Grebeg Suro juga menjadi ruang perenungan, doa agar kehidupan masyarakat Ponorogo semakin baik di masa mendatang.

Pembukaan Grebeg Suro berlangsung meriah dengan penonton yang memadati depan Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo. Suryo Saputro, wisatawan yang datang dari Jakarta, mengaku terkesan menyaksikan langsung pertunjukan Reog Ponorogo dengan tata panggung memukau. “Saya merasa beruntung dapat menonton sebuah sendra tari yang megah. Reog Ponorogo luar biasa,” ungkapnya.


Kekaguman juga diutarakan Adam, wisatawan asal New York, Amerika Serikat. Dia selama ini kerap menyaksikan sejumlah tarian tradisional Jawa yang gerakannya cenderung gemulai. Namun, Reog Ponorogo memiliki energi dan karakter yang berbeda. “Biasanya kalau saya melihat tari-tarian Jawa agak ngantuk, tapi kali ini tidak. Gerakan penari Reog Ponorogo begitu energik,” ujar Adam.

 

Sumber: Kominfo Ponorogo

https://ponorogo.go.id/2026/06/07/pembukaan-grebeg-suro-2026-buktikan-reog-ponorogo-tak-lekang-dimakan-zaman/