Menjelang Ramadan, Arus Peziarah Padati Masjid dan Makam Tegalsari Ponorogo

  • Feb 07, 2026
  • Admin
  • Religi, Umum

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana religius mulai terasa kuat di Kompleks Masjid Jami’ dan Makam Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Gema tahlil dan lantunan doa terdengar bersahutan, seiring meningkatnya arus peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (07/02/2026) siang, menunjukkan lonjakan pengunjung yang cukup signifikan. Area parkir tampak dipenuhi kendaraan pribadi maupun bus pariwisata berpelat nomor luar kota, mulai dari Surabaya, Semarang, hingga beberapa rombongan dari luar Pulau Jawa.

Para peziarah datang tidak hanya untuk melaksanakan ibadah di Masjid Jami’ Tegalsari yang dikenal sebagai masjid bersejarah peninggalan abad ke-18, tetapi juga untuk berdoa di pusara para aulia, khususnya makam Kiai Ageng Muhammad Besari, ulama besar yang dikenal sebagai tokoh penting penyebaran Islam di tanah Jawa.

Bagi masyarakat, tradisi ziarah menjelang Ramadan dianggap sebagai bentuk persiapan spiritual atau tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Nilai sejarah Tegalsari yang dahulu pernah menjadi pusat pendidikan dan intelektual Islam Nusantara turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang datang.

Salah satu peziarah asal Tulungagung, Imam Bajuri, menyampaikan bahwa ziarah pada bulan Rajab dan Sya’ban memiliki hikmah yang luas bagi umat Islam.

“Ziarah di bulan-bulan menjelang Ramadan, seperti Rajab dan Sya’ban, itu penuh hikmah. Ini bukan sekadar ritual budaya, tapi momen untuk mengingat kematian (tazkiratul maut) agar hati lebih lembut dan siap menerima keberkahan Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berkunjung ke makam para kekasih Allah dapat menjadi penguat semangat dalam beribadah.

“Dengan berkunjung ke makam para kekasih Allah, kita mengharap percikan karomah dan semangat perjuangan mereka dalam beribadah,” imbuhnya.

Selain membawa suasana spiritual, ramainya peziarah juga berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Para pedagang makanan khas, pernak-pernik, hingga oleh-oleh mulai ramai melayani pembeli, bahkan aktivitas jual beli berlangsung hampir selama 24 jam.

Sementara itu, pihak pengelola makam, Tomo, memprediksi puncak kunjungan akan terjadi pada akhir bulan Sya’ban, di mana jumlah peziarah diperkirakan bisa mencapai ribuan orang setiap harinya.

“Kami sudah mempersiapkan protokol kenyamanan dan keamanan guna memastikan kekhusyukan para peziarah tetap terjaga,” kata Tomo selaku juru kunci Makam Kiai Ageng Muhammad Besari Tegalsari.

Tradisi ziarah menjelang Ramadan di Tegalsari pun menjadi potret kuatnya nilai keagamaan yang masih hidup di tengah masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa Tegalsari tetap menjadi salah satu destinasi religi utama di Kabupaten Ponorogo.