Pelestarian Kertas Tradisional Gendhong/Dluwang Digelar Kembali di Tegalsari Ponorogo
- Jul 20, 2025
- Admin
- Umum, Pemdes Tegalsari
Sabtu pagi (19/07/2025), kegiatan pelestarian budaya lokal kembali digelar di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Kali ini, pelestarian difokuskan pada kertas tradisional Gendhong atau dluwang, sebuah warisan budaya yang semakin langka dikenal oleh generasi muda. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pemerintah Desa Tegalsari.
Bertempat di Balai Desa Tegalsari, acara ini diikuti oleh puluhan pemuda-pemudi desa yang antusias mempelajari teknik pembuatan kertas Gendhong/Dluwang secara langsung dari para pengrajin dan akademisi ISI Surakarta. Kertas Gendhong sendiri dikenal sebagai kertas buatan tangan berbahan dasar serat alam, yang dahulu digunakan untuk menulis naskah kuno dan dokumen penting.
Dalam sambutannya, perwakilan ISI Surakarta Gayuh Setiono, S.Sn., M.Sn menyampaikan pentingnya regenerasi pengetahuan lokal tentang Gendhong/Dluwang melalui kegiatan langsung di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali kertas gendhong/dluwang kepada pemuda pemudi desa tegalsari agar mereka memahami nilai sejarah yang diwariskan oleh leluhur mereka" ungkapnya.
Ditambah lagi dengan langkah Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam menuju jejaring kota kreatif, pelatihan ini sangat berguna untuk kedepan baik desa tegalsari maupun Ponorogo.
"Dengan pelatihan ini kami berharap adanya generasi muda yang bisa melanjutkan warisan leluhurnya, kemudian mengembangkan ke dalam sektor ekonomi kreatif untuk mengembang jejaring kota kreatif sebagai satu bentuk dukungan terutama kabupaten ponorogo dalam membangun jejaring kota kreatif dunia" imbuhnya.
Kepala Desa Tegalsari Khoirul Huda juga mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya membangkitkan potensi kearifan lokal. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi bagian dari identitas desa Tegalsari sebagai salah satu pusat budaya di Ponorogo,” ujarnya.
Selain praktik membuat kertas Gendhong, peserta juga mendapat materi sejarah dan filosofi di balik proses tradisional tersebut. Para peserta yang melibatkan perwakilan masing masing dukuh pemuda-pemudi tegalsari menunjukkan antusiasme dan kreativitas generasi muda terhadap warisan budaya mereka.