Unik, SIM Khusus Becak dan Dokar Tahun 1970an Ditemukan Warga Ponorogo

  • Jan 12, 2026
  • Admin
  • Umum, Sejarah

Sebuah Surat Izin Mengemudi (SIM) lawas khusus untuk pengemudi becak dan dokar ditemukan oleh seorang warga Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Dokumen bersejarah tersebut diketahui berasal dari tahun 1974 dan merupakan milik almarhum kakek dari penemunya, Muhammad Fikri Haikal.

Fikri mengungkapkan, SIM tersebut ia temukan secara tidak sengaja saat membersihkan dan menata barang-barang lama milik keluarganya. Ia mengaku terkejut mengetahui bahwa pada masa lalu, pengemudi becak dan dokar juga diwajibkan memiliki SIM resmi yang diterbitkan oleh kepolisian.

“Ini SIM punya kakek saya, terbit tahun 1974. Dulu beliau bekerja sebagai kusir delman atau dokar. Saya sendiri baru tahu kalau zaman dulu ada SIM khusus untuk becak dan dokar,” ujar Fikri saat ditemui.

Dalam dokumen tersebut tercantum identitas lengkap pemilik, lengkap dengan keterangan jenis kendaraan yang boleh dikemudikan, yakni becak dan dokar. Bentuk SIM terlihat sederhana dan sangat berbeda dengan SIM modern saat ini, namun memiliki nilai historis yang tinggi.

Temuan ini pun menarik perhatian masyarakat, terlebih di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern. Keberadaan SIM tersebut menjadi bukti bahwa sejak dahulu pemerintah telah menerapkan aturan lalu lintas secara tertib, termasuk untuk moda transportasi tradisional.

Fikri berencana menyimpan dokumen tersebut sebagai kenang-kenangan keluarga sekaligus arsip sejarah kecil yang menggambarkan kehidupan dan aturan berkendara di masa lampau.

“Ini jadi pengingat perjuangan kakek saya, sekaligus gambaran bagaimana tertib lalu lintas sudah diterapkan sejak dulu,” tambahnya.

Setelah dibagikan di media sosial, temuan SIM khusus becak dan dokar ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengaku takjub sekaligus bernostalgia, mengingat transportasi tradisional pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.