Utawen Kearifan Lokal Desa Tegalsari Ponorogo Selama Bulan Ramadhan
- Apr 09, 2023
- Muhammad Fikri Haikal
- Tradisi Tegalsari
Desa Tegalsari terletak di kecamatan jetis berjarak 10 km dari pusat Kabupaten Ponorogo terkenal akan destinasi sejarah dan wisata religinya mulai dari bangunan Masjid Jami’ Tegalsari, Makam Kyai Ageng Muhammad Besari dan Bangunan Ndalem Ageng. Sedangkan di sebelah barat sungai keyang ada juga masih daerah Dukuh Setono Desa Tegalsari terdapat Makam Pangeran Sumende dan Mbah Donopuro yang merupakan masih garis keturunan Sunan Tembayat Klaten.
Selain wisata religi terdapat budaya lokal yang selalu rutin dilakukan setiap bulan ramadhan yaitu Utawen, syiiran atau pujian tembang jawa ini dipercaya kuat oleh masyarakat Tegalsari adalah warisan otentik dari Kiai Ageng Muhammad Besari, pendiri Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari pada tahun 1700-an. Dan rutin dilantunkan setelah sholat tarawih di Masjid Tegalsari sedangkan di lingkungan desa tegalsari sendiri setiap selesai kegiatan tadarus.
Syiir berbahasa Jawa dengan langgam Jawa kuno ini berisikan makna syahadatain atau dua kalimat syahadat. Berikut penggalannya:
Utawi pikukuhe Islam iku limo kang dingen syahadat, kaping pindho shalat, kaping telu aweh zakat, kaping empat apuoso, kaping limo munggah kaji maring baitullah, nawaitu ' an ukiro kalimah syahid syahadataini wujuban fii ' umuri marotan wahidatan fardhalillahi ta'ala.
Niat ingsun angucapaken ing kalimah syahadat loro, Ing dalem wajib ing dalem sak umure ingsun, Malih sepisan fardhu krono Allah, Asyhadu alla ilahailallah wa asyhadu anna muhammadarrosulullah.
Syahadatain yang diceritakan dalam syiir tersebut ialah dua kalimat syahadat. Yakni syahadat tauhid dan syahadat Rasul yang menceritakan keesaan Allah dan Rasul sebagai utusannya Allah. Menurut KH Syamsuddin Imam Masjid Tegalsari orang yang membaca syahadat walaupun hanya satu kali dirinya sudah disebut Islam. Namun belum bisa dikatakan orang mukmin, bila orang tersebut tidak mentaati syarat dan rukunnya Islam.
"Utawen menceritakan syahadatain, dua kalimat syahadat yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Menceritakan keesaan Allah dan rasul sebagai utusan Allah, Membaca syahadat satu kali itu sudah bisa dikatakan Islam, tapi tidak mentaati syarat-syaratnya islam kalau orang itu maksiat. Jika benar benar mukmin itu taat syarat rukunnya Islam" terangnya, Sabtu (9/4/2023).
Adanya lantunan syiir utawen saat Ramadhan ini masyarakat Tegalsari merasakan nuansa religius yang begitu kental. Begitu juga harapan Bapak Suteki Kamituwo Dusun Jinontro, semua masyarakat baik mudan dan tua harus mampu melestarikan tradisi ini di setiap dusunnya dengan turut serta dalam pembacaan syiir.
‘’Walaupun ada sebagian yang tidak hafal dengan utawen yang penting ikut membaca syiir ini dan lama-lama nanti bisa sampai tua nanti tetapi kalau diam saja gak ikutan pujian ya tidak bakalan bisa karena ini adalah kearifan lokal tegalsari dan harus dilestarikan’’ jelasnya.
Kearifan lokal ini masih tetap terjaga dan rutin di lingkungan desa tegalsari khususnya disetiap kelompok tadarus baik dari yang muda hingga dewasa tetap dilantukan walaupun waktu sudah malam hari.